Ads 468x60px

Featured Posts

Minggu, Februari 12

Salute to Agus Sumarna

Pencarian penyelesaian Tugas kuliah yang saya lakukan tidak berhenti, dengan mereview beberapa blog, adalah salah satu pembelajaran menemukan ilmu yang bermanfaat, tidak hanya sekedar tulisan saja, tetapi lebih pada pesan informasi pendidikan yang perlu digali. Berbagi dalam sebuah tulisan adalah langkah efektif untuk membagikan pengetahuan kepada khalayak. Blogging-Review kali ini, saya mencoba menggali intisari penting dan positif dari sebuah blog.Sejarah perjumpaan dengan pemilik blog adalah ketika saya menjelajahi sebuah blog  Mas Agus Sumarna disalanalah saya menenukam blog yang menurut saya inspiratif ini.

Ya, langsung saja kita menuju ke blognya  Mas Agus Sumarna . Hal yang menarik dari blog ini adalah informasi yang dia berikan. Banyak informasi positif yang saya temui disini, dan tulisan yang paling saya suka adalah membuat Sistem Informasi Nilai Online, yang ternyata tulisan ini juga menyajikan fasilitas Download sourcecode programnya....(Thanks...),Kenapa Saya menyukai artikel ini di karenakan saya sedang Membuat TA kuliah saya yang judulnya sama lah kira kira dengan Artikelnya Mas Agus di atas.
Ditulisan ini, tidak sekedar menceritakan bagaimana membuat Sistem Informasi Nilai Online, tetapi juga mengajarkan kita untuk belajar open source seperi yang di galakkan Pemerintah untuk mengurangi yang namanya pembajakan (pelanggaran Hak cipta lah..intinya) sehingga kita dapat berkreasi, baik kepada diri sendiri dan juga orang lain. Tidak hanya itu yang populer diblog ini, ada banyak tulisan inspiratif disana seperti kata kata mutiara dan motivasi, karena itu saya mereferensikan anda semua untuk belajar dan mengambil intisari blognya Mas Agus.

Teruslah menulis Mas Agus teruslah berbagi untuk semua, teruslah berkreasi.

Selasa, Januari 17

Tips Mengatasi Rasa Malas

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika kamu malas dari bangun, kamu akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali kamu akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.

Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. kamu menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang kamu tidak sukai, misalnya.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat kamu harus mengerjakannya. Di waktu yang sama kamu juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, kamu pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika kamu mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –kamu malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa kamu praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila kamu dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, kamu sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali kamu bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pkamung ini akan menghindarkan kamu dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. kamu membuat sederhana tugas didepan kamu dengan bertindak positif. Fokus kamu hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

Berpikir bahwa kamu harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan kamu menjadi malas mengerjakannya. kamu akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa kamu gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa kamu tidak harus melakukan pekerjaan yang kamu tidak mau.

kamu mau mengerjakan tugas karena memang kamu ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. kamu selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan kamu sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa kamu melakukan apa saja yang kamu tidak mau lakukan.

Kamu Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa kamu harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa kamu dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya kamu mungkin akan malas memulainya. kamu harus bisa menerima bahwa kamu pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, kamu punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. kamu selalu bisa negosiasi dengan boss kamu untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat kamu memkamung pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup kamu. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

Minggu, Januari 15

Cara Sederhana Melatih Berpikir Kreatif

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم 

"Kreatif" hanyalah sebuah kata pendek dan sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar, semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi.
Definisi Kreativitas secara keseluruhan "Kemampuan seseorang untuk Melahirkan sesuatu yang baru baik gagasan maupun karya nyata yang berbentuk aptitude maupun non aptitude baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada yang semuanya berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya". Tidak berlebihan bila dikatakan, berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan.
Lalu, bagaimana cara untuk bisa berpikir kreatif?
Berikut ini cara yang dapat kamu coba untuk melatih otak kamu menjadi kreatif:

1. Berpikir bahwa semua bisa dilakukan
Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal, "Saya mungkin bisa mengerjakan". Ganti dengan ungkapan penuh optimisme. Contoh, "Saya pasti bisa mengerjakannya", "Bagi saya tidak ada kata menyerah!". Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.

2. Hilangkan cara berpikir konservatif
Pola berpikir konservatif ditkamui dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian.
Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif.

Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif:

Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi "barang jadi" lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.

Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk "memperkaya" diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut "menjemput bola" dalam menghadapi sesuatu, dan bukan "menunggu bola". Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir